PERSEMBAHANKU UNTUK PARA WANITA (By :Kendrick Sumolang)
Desember 4, 2008
pion3rgirl
Pagi ini, 18 Agustus 2007 aku menerima sms dari seorang teman baikku.
Seorang wanita. Sms tersebut menyebutkan bahwa dia menyukai seorang pria
yang wajahnya cukup di kenal di televisi belakangan ini. Kebetulan aku cukup
kenal dengan presenter muda berbakat itu dan kami sesekali sms-an saling
menanyakan kabar masing-masing. Kepada temanku itu aku
berkata, “Sangat manusiawi hehehe… Tetapi dia sudah punya kekasih.Kalaupun
belum kamu mesti bersaing dengan ratusan wanita yang mungkin memiliki rasa
yang sama. Coba aja”.
Sejujurnya, aku sudah sering mendengar teman-teman wanitaku sharing dia
menyukai pria ini, pria itu dan …entah siapa
lagi selanjutnya. Bahkan aku pernah membaca blog seorang wanita yang aku
kenal baik, di dalamnya ia menulis bagaimana ia suka dengan seorang pria dan
sangat berharap dapat menjadi kekasihnya. Ia merindukan sang arjuna yang
belum tentu tahu apa yang ia rasakan. Bagai pungguk merindukan bulan.
Kasihan…
Di usiaku yang sudah menginjak 28 tahun, tentunya aku memiliki banyak teman,
pria dan wanita yang sebaya denganku. Kalaupun di bawah atau di atas,
usianya tidak jauh-jauh dari angka tersebut.
Aku coba untuk merenung, kenapa beberapa-bahkan mungkin banyak-teman
wanitaku atau lebih tepatnya para wanita
belum menemukan seorang pria yang bakal menjadi pasangan hidupnya. Padahal
setahuku, bagaimanapun minus-nya seorang wanita (kalau ia menganggap dirinya
demikian), paling tidak pernah satu kali “ditembak” pria, dengan kalimat
ini, “Aku menyukaimu” atau “Bersediakah engkau menjalani hubungan yang lebih
serius denganku?”.
Kenapa aku bisa begitu yakin? Mari aku ceritakan : Selama 5 tahun lebih aku
bekerja di sebuah rumah produksi yang
menayangkan acara Solusi di salah satu stasiun televisi swasta itu, banyak
kisah nyata mirip Cinderella yang aku temukan.
Ini benar-benar nyata! So real!! Bukan sinetron, bukan film. Sebut saja
Maria Beatrix, gadis yang pernah dijuluki “si buruk rupa” dengan bentuk
tangan dan kaki yang sama sekali tidak sempurna, menggunakan kursi roda,
namun menemukan “pangeran” yg baik hati berdarah Inggris. Pria ini begitu
setia mendampinginya bahkan berhasil mengajarinya berenang. Hari ini mungkin
mereka sudah menikah.
Ada juga Indrawati, manusia terpendek Indonesia yang pernah masuk MURI
karena bisa melahirkan dengan normal. Kalau melihat bentuk fisiknya, sangat
tidak sempurna, namun menemukan seorang suami dari kalangan terhormat dan
sangat mencintainya dengan sepenuh hati.
Di Bandung, kami juga memiliki narasumber si pelukis Patricia Saerang,
seorang yang melukis dengan kakinya atau mulutnya
karena tidak memiliki tangan. Namun menemukan pria berdarah Eropa yang
sangat mencintainya. Hari ini mereka sudah menikah dan hidup bahagia.
Jadi, kalau mau banding-bandingan dengan wanita-wanita yang aku sebutkan
diatas, bagaimana mungkin kalau teman-teman
wanita ku itu belum bisa menemukan “sang pangeran cinta”? Bulsyetttttt! !!!
Kalau mau banding-bandingan, teman-teman wanitaku itu tergolong wanita yang
cantik, dengan fisik yang nyaris sempurna dan memiliki pekerjaan yang bagus.
Setelah aku analisa, inilah inti permasalahannya : Ternyata banyak wanita
tidak tahu kuncinya. Untuk membuka baut ukuran 12, kita harus menggunakan
kunci ring atau kunci pas dengan ukuran yang sama, 12. Sebut saja hal apa
lagi yang lain sebagai perumpamaan.
Dari zaman Adam dan Hawa sampai sekarang, wanita memang didesain untuk tidak
memulai terlebih dahulu dalam hal cinta.
Ekstrimnya, wanita dilarang jatuh cinta terlebih dahulu dan mengejar-ngejar
pria. Karena wanita memang tidak di desain untuk itu.
Perihal ada budaya di daerah tertentu dimana pria di lamar oleh wanita, aku
sangat tidak berminat membahasnya. Dan sampai hari ini aku masih
menganggapnya sebuah keanehan. Aneh!!!! Namun aku menghormatinya.
Aku suka kata-kata ini : Cowok menang milih, cewek menang nolak!!!
Kedengarannya win-win solution. Ya… bisa begitu. Cowok memang bisa memilih
wanita mana saja yang dia suka. Cowok bisa saja jatuh cinta dengan wanita
mana saja yang hatinya memang “jatuh”. Toh, sampai hari ini jumlah cewek di
dunia ini jauhhhhhhhhhhhhhhh lebih banyak dari cowok.
Di Batam, para wanita bahkan sering bertengkar memperebutkan pria, karena
komposisi antara wanita dan pria di kota ini
memang sangat tidak seimbang. Jumlah wanitanya jauhhhhhhhhhhhhhhhh lebih
banyak dari pria.
Cowok kalau nembak cewek ditolak, respon selanjutnya ada dua, pertama,
mencoba lagi untuk kedua, ketiga, keempat,
atau kesekian kalinya atau kedua, tidak melanjutkan dan berkelana mencari
yang lain lagi. Toh, jumlah wanita jauhhhhhhhhhhhh lebih banyak dari pria.
Dan harga diri seorang pria tidak akan turun dan tercabik-cabik hanya karena
cintanya ditolak. Karena pria seorang pejuang sejati, dia pasti akan mencoba
dan mencoba lagi. Sampai dapat! “Emang cewek elo doang??” . Pikiran seperti
itu ada kadang disana .
Tetapi kalau wanita begitu agresif terhadap pria, lalu kemudian ditolak
hehhee… Jawab sendiri kata yang tepat untuk itu.
Pria dan wanita sama-sama didesain untuk menjadi pemenang. Menang! Cowok
menang milih, cewek menang nolak. Masalahnya sekarang banyak wanita yang
mencoba untuk merubahnya menjadi: Cewek menang milih. Jadi kalau cewek
menang milih…maka berarti cowok menang nolak! Bagi para cowok, kalau
ditolak adalah hal yang biasa. Memang sedih untuk sesaat. Tapi tidak untuk
meratapinya. Lagipula cowok didesain lebih banyak “bermain” pikiran,
daripada perasaan.
Masalahnya, apakah para cewek siap kalau ditolak cowok setelah “menang”
milih cowok yang mana aja???
Untuk menjawab pertanyaan ini, aku mau membagikan hal ini kepada para
wanita, khususnya.
Paling tidak ada dua wanita yang paling dekat denganku, yang aku ketahui
sangat bahagia. Pertama adalah ibuku sendiri.
Ya, mama. Ibuku melepaskan masa gadisnya ketika usianya 23 tahun, dilamar
ayahku, seorang pria tampan berumur 32 tahun dengan tubuh proposional.
Ketika pertama kali bertemu ibuku, ayahku benar-benar jatuh cinta kepadanya.
Padahal saat itu, seorang wanita sedang tergila-gila kepadanya dan menjadi
begitu agresif. Ia ingin memiliki ayahku. Tetapi sebenarnya pria tidak bisa
berdusta, dan jarang berpura-pura. Ayahku tidak mencintainya. Namun wanita
itu memaksanya. Ayahku pria sejati yang harus selalu memulai dan tidak bisa
didahului seperti itu. Kepada ibukulah, ayahku jatuh cinta. Mereka menikah
pada tahun 1978. Ayahku berkali-kali jatuh cinta dengan wanita yang sama,
yaitu ibuku. Usia pernikahan mereka sudah 29 tahun dan perkawinan mereka
bertambah kuat dari hari ke hari. Aku pikir, ibuku adalah wanita yang paling
bahagia di bumi ini karena dia tahu kuncinya. Dia dicintai dan diperlakukan
bak ratu.
Kemudian yang kedua, saudaraku satu-satunya. Adik perempuanku yang manis
itu. Di usianya yang 26 tahun seorang pria yang sangat mencintainya dan
telah setia menunggunya selama 6 tahun, menyatakan keinginannya untuk
menghabiskan waktunya nanti bersamanya. Meskipun enam tahun yang lalu,
adikku tidak meresponinya, namun akhirnya ia luluh juga. Kali ini adikku
tahu kuncinya: bahwa wanita didesain untuk DICINTAI dan bukan memulai untuk
mencintai. Sebelumnya, aku tahu adikku berharap dapat menjalani hubungan
dengan seorang pria gagah dari angkatan laut. Namun pria itu ternyata tidak
sepenuh hati mencintainya. Ia sadar, bahwa ia harus melupakan pria itu dan
memberi kesempatan untuk yang lain. Hari ini adikku, diperlakukan bak ratu
oleh kekasihnya. Begitu dicintai, dilindungi, diperhatikan dan hubungan
mereka semakin
menunjukkan kualitas yang semakin baik, hari ke hari. Aku pikir, adikku
wanita yang paling bahagia saat ini. Karena seorang pria datang kepadanya
dan mencintainya dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa.
Sebaliknya, aku menemukan ada wanita yang memulai terlebih dahulu, begitu
agresif dan sangat mencintai seorang pria dan
akhirnya memang mendapatkannya dan bahkan menikah dengannya. Namun sayang,
sesungguhnya dia tidak pernah mendapatkan cinta dari suaminya. Karena
suaminya punya cinta yang lain. Dan wanita itu harus membayar harganya.
Sangat mahal. Ia harus berkorban selama perkawinannya berlangsung. Ia harus
berkorban materi yang terus-menerus dan yang
paling menyedihkan selalu korban perasaan. Padahal bukankah seharusnya
suaminya yang memenuhi kebutuhan materinya?
Muka mereka menjadi begitu kusut dan tubuh mereka menjadi begitu kering.
Karena tidak ‘disirami’ cinta suaminya. Karena sekali lagi, suaminya punya
cinta yang lain.
Para wanita, daripada engkau mencintai pria yang tidak mencintaimu, atau
hanya sekedar berpura-pura mencintaimu, mengapa engkau tidak belajar
mencintai pria yang sangat mencintaimu dan memperlakukanmu dengan begitu
berharga?
Mungkin awalnya engkau tidak begitu menyukainya. Namun jika mengingat bahwa
ia begitu mencintaimu, mengapa wanita tidak mencoba untuk BELAJAR
mencintainya dan memberinya kesempatan.
Percayalah bahwa dalam kamus pria tidak ada istilah BELAJAR mencintai. Mau
wanita yang ditujunya seperti apa, mau gemuk, mau pendek, mau rada tulalit
atau sebut saja kekurangan lainnya, percayalah bahwa pria adalah makhluk
yang jatuh cinta, bukan belajar untuk mencintai. Tetapi, wanita bisa BELAJAR
mencintai. Tatkala melihat kegigihan seorang pria yang tidak pernah berhenti
menakhlukkan hatinya, tatkala melihat pengorbanan, perhatian dan kasih
sayang yang diberikan, aku
mendengar banyak kesaksian akhirnya wanita menyerah.
Berdasarkan apa yang aku lihat, bahkan aku mengadakan riset untuk hal ini,
wanita yang bijak adalah wanita yang jatuh
cinta dengan pria yang terlebih dahulu jatuh cinta kepadanya. Bukan jatuh
cinta dengan pria yang pura-pura jatuh cintanya kepadanya.
Bagi pria, Anda dilarang untuk berpura-pura jatuh cinta. Karena setelah
engkau menjalaninya, lama-lama pura-pura itu akan
hilang dan engkau pasti akan berkelana mencari cinta yang lain. Bukan yang
pura-pura. Karena bagaimanapun engkau tidak bisa membohongi dirimu sendiri.
Kalau aku mencoba untuk pura-pura mencintai wanita yang pernah sangat
mencintaiku, mungkin hari ini aku sudah memiliki anak dengannya dan sudah
menjadi orang kaya secara materi. Tetapi aku pasti
membuatnya menderita karena kepura-puraan itu. Aku akan berkelana mencari
cinta yang lain. Dan itu sangat menyakitkan.
Karena hubungan itu sudah sampai kepada pernikahan, mau tidak mau kita harus
tetap meneruskannya, kalau tidak mau anak-anak yang menjadi korban
perceraian. Namun harganya terlalu mahal untuk dibayar. Para pria tidak
dibenarkan untuk menjadi begitu brengsek dan memanfaatkan wanita yang jatuh
cinta kepadanya, sementara itu sendiri punya cinta yang lain. Para pria
tidak dibenarkan menjadi begitu bejat untuk memanfaatkan uang, fasilitas dan
materi yang diberikan oleh wanita
yang mencintainya, dengan harapan bisa mendapatkan cinta sang pria. Itu pria
yang licik dan pengecut.
Untuk para wanita, mungkin kalian gelisah di usia yang hampir menginjak
kepala tiga belum menemukan pasangan sejati. Mungkin ia sudah datang, tetapi
Anda menolaknya. Karena memang anda didesain untuk “menang nolak”. Tetapi
mungkin saja anda lupa kuncinya.
Kuncinya adalah anda sebaiknya jangan memulai terlebih dahulu dan kalau
sulit menjangkaunya, anda menjadi begitu agresif.
Anda harus tahu kuncinya bahwa anda didesain untuk dicintai dan diperlakukan
bak ratu. Bukan menjadi seorang yang mengejar-ngejar pria.
Berulang kali kukatakan kepada teman-teman wanitaku. “Kalau ada seorang pria
yang datang kepada kalian dan menyatakan cintanya, berpikirlah dua kali
untuk menolaknya.” Jangan sampai anda menyesal di kemudian hari.
Aku tidak menyarankan kalian untuk terburu-buru menjawab, “Ya”. Aku hanya
mengatakan, “Berpikir dua kali terlebih
dahulu untuk menolaknya.” Siapa tahu, ini cinta sejatimu?
Wanita, anda begitu berharga. Ciptaan terindah. Anda ditentukan untuk begitu
dicintai, dikagumi, dilindungi, dikasihi, diperhatikan, diayomi dan aku
tidak tahu harus menyebutnya apa lagi… Kalian ditentukan untuk
diperlakukan bak ratu setiap
hari. Karena manusia ditentukan untuk hidup berpasang-pasangan, hai para
wanita, bersiap-siaplah seorang pangeran
cinta datang kepadamu, menyatakan betapa ia ingin menghabiskan waktunya
bersamamu, dan memberikan seluruh cintanya kepadamu. Namun, ketika pangeran
cinta itu datang, apakah engkau akan langsung menolaknya? atau “berpikirlah
dua kali untuk berkata ‘tidak’ “, karena siapa tahu ini orang yang akan
memperlakukanmu bak ratu. Tidak peduli bentuk fisikmu, tidak peduli tingkat
pendidikanmu bahkan tidak peduli masa lalumu. Ia akan datang dengan
kata-kata ini, “Aku mencintaimu walaupun…. .”
Tulisan ini didedikasikan untuk para wanita -
Ciptaan Terindah -
Entry Filed under: Renungan Kehidupan
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed