J3RiT4n H4tI s3Or4Ng B4yI Y4nG Di4borSi

Oktober 14, 2008 pion3rgirl

Aborsi pada minggu ke-7

Aborsi pada minggu ke-8

Aborsi pada minggu ke-9

Aborsi pada minggu ke -10

Aborsi pada minggu ke-11

Aborsi pada minggu ke-22

Aborsi minggu ke-24

Dear mama,

Aku sedang disurga sekarang, duduk dipangkuan Tuhan
DIA mencintai aku dan menangis bersamaku,karena hatiku telah hancur
Aku sangat menginginkan menjadi gadis kecilmu.aku tidak begitu mengerti apa yang telah terjadi
Aku sangat bersuka-cita ketika mulai menyadari keberadaanku.
Aku berada ditempat yang gelap juga nyaman.aku melihat aku mempunyai jari tangan dan jari kaki.
Aku masih cukup jauh dalam proses pembentukanku,belum cukup siap untuk meninggalkan sekelilingku.
Aku menghabiskan sebagian besar waktuku untuk berpikir atau tidur
Bahkan dari awal2 hari-hariku,aku telah merasakan ikatan istimewa antara kau dan aku.
Kadangkala aku mendengar engkau menangis dan aku pun menangis bersamamu
Kadangkala engkau akan berteriak atau menjerit,kemudian menangis.
Aku mendengar ayah berteriak balik
Aku merasa sedih dan berharap engkau akan segera menjadi lebih baik.
Aku membayangkan knapa engkau menangis begitu sangat,suatu hari engkau menangis hampir sepanjang hari.
Aku merasakan sakit untukmu,aku tidak bias membayangkan kenapa engkau sangat sedih?
Dihari yang sama,hal paling mengerikan terjadi
Sesosok monster yang sangat kejam datang ketempat hangat dan nyaman dimana aku berada
Aku sangat ketakutan,aku mulai berteriak, tetapi engkau tidak pernah sekalipun berusaha untuk menolongku
Mungkin kau tidak pernah mendengarku
Monster itu datang mendekat dan semakin dekat saat aku berteriak dan berteriak.
“Mama,mama,tolong aku tolong, mama tolong aku.”
Rasa ngeri dan ketakutan yang amat sangat itulah yang kurasakan
Aku berteriak dan berteriak sampai aku merasa tidak dapat berteriak lagi
Kemudian monster itu mulai merobek lenganku
Sangat sakit sekali,perasaaan sakit yang tidak akan pernah dapat kujelaskan
Dan tidak berhenti,oh bagaimanapun aku memohon monster itu untuk berhenti
Aku berteriak dalam kengerian ketika monster itu mulai merobek kakiku.
Aku berada dalam kesakitan yang amat sangat,aku sekarat
Aku tau aku tidak akan pernah bisa melihat wajahmu atau mendengar kau mengatakan betapa kau mencintai aku
Aku ingin membuat pergi semua kesedihanmu.
Aku mempunyai banyak rencana untuk membuatmu bahagia
Sekarang aku tidak bisa; semua mimpiku telah dihancurkan.
Walaupun aku berada dalam kesakitan dan kengerian yang amat sangat,aku merasakan kesakitan akibat hatiku yang hancur melebihi semua kesakitan itu.
Aku menginginkan melebihi dari apapununtuk menjadi anak perempuanmu.
Tidak ada gunanya lagi sekarang,aku sedang sekarat menuju kematian yang menyakitkan
Aku hanya bisa membayangkan hal2 mengerikan yang telah mereka lakukan padamu.
Aku ingin mengatakan padamu bahwa aku mencintaimu sebelum aku tiada.
Tapi aku tidak tahu kata2 yang dapat kau mengerti.
Dan segera.aku tidak lagi mempunyai nafas untuk mengatakannya,aku telah mati.

aku merasakan diriku bangkit.aku dibawa oleh sesosok malaikat besar kedalam tempat yang besar dan indah.
Aku masih menangis, tapi sakit ditubuhku telah sirna
Malaikat itu membawaku kepada Tuhan dan menempatkanku di pangkuan-NYA
DIA mengatakan DIA mencintaiku,dan DIA adalah bapaku.kemudian aku merasa senang
Aku menanyakan kepada-NYA apa yang telah membunuhku.
DIA menjawab, “aborsi”
Aku minta maaf anak-KU’karena aku tau bagaimana rasanya.”
Aku tidak tahu apa itu aborsi
Aku rasa itu adalah nama dari sesosok monster.

Aku menulis untuk mengatakan bahwa aku mencintaimu dan untuk mengatakan betapa aku menginginkan jadi gadis kecilmu.
Aku telah berusaha sekuat tenaga untuk hidup
Aku ingin hidup,aku memiliki keinginan itu,tapi aku tidak bisa;monster itu terlalu kuat
Dia menyedot lenganku dan kakiku dan akhirnya seluruh tubuhku.sangat mustahil untuk tetap hidup
Aku hanya ingin engkau tahu aku berusaha untuk tetap bersamamu.
Aku tidak ingin mati.

Juga,mama, tolong berhati2lah terhadap monster aborsi itu.
Mama, aku mencintaimu dan aku sangat tidak ingin melihat engkau merasakan tasa sakit seperti yang kurasakan.

Tolong berhati2lah.

Dengan cinta,

Gadis kecilmu

Entry Filed under: Renungan Kehidupan

Add your own

  • 1. ricisan  |  Oktober 14, 2008 pada 6:37 am

    sumpah…..

    rasanya merinding banget melihat photo itu, walau sebelumnya sekitar setahun yang lalu aq juga pernah lihat photo2 seperti itu ketika mencari tugas temen tentang aborsi, tapi saat ini ketika photo itu aq lihat lagi…

    sedih sekali rasanya menjadi seperti mereka…!

    terkadang bingung siapa yang harus disalahkan…

    namun dibalik siapa yang salah dan benar, yang pastinya jika mereka dapat berbicara, mereka pasti tidak ingin seperti itu…!

    salam hangat

    ricisan

  • 2. kristin  |  Februari 3, 2009 pada 5:57 am

    aku gak tau apa sebenarnya kehidupan setelah menikah nati akan bahagia dg mempunyai anak2 yg menyenangkan,suami yg SIAGA dan menjafi kepala rumahtangga serta imam yang bijak bg keluarganya atau malah sebaliknya.
    tp knp trkadg mempunyai seorang anak malah menjadi beban yg sangat dan amt mengganggu hdp….?

    lihatlah hai kau yg telah melukai hati calon anakmu ……???? jk bisa da berkata,mk ia akn menolak kau yg mjd org yg plg dia sayang menyakitinya. jk dlm kandungan si kecil tlah merasa hangatnya kasih sayangmu dan betapa inginnya menjadi anakmu,mengapa kau tak demikian,…..???ikut merasakan dan menyayangi buah hatimu.

    makasih ibu yg telah melahirkanku dg mengorbankan nyawamu. makasi tuhan,tempatkan dia di tempat-MU yg paling indah.

    amien….


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

 

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Blog Stats

Halaman

Meta

Blogroll

Arsip

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.