Termehek-Mehek

Sabtu 28-06-08 18.00 Wib

Seorang dara cantik tergeletak di suatu ruangan sebuah rumah sakit, dengan balutan perban dikepalanya, terdapat pula selang infus ditangan kanannya, berbagai peralatan kedokteran ada disekelilingnya. Dia seperti sebatang pohon dengan cabang2 dan ranting2 disekeliling tubuhnya, terdiam tak berdaya bagai mayat hidup. Ya….seperti itulah kondisi dara cantik itu sebut saja namanya kirani, di menderita kanker otak yang sudah parah. Sudah 6 bulan lamanya dia tergeletak tak berdaya di ranjang dalam kondisi koma, sesekali kesadarannya sedikit pulih, tapi hanya satu kata yang selalu dia ucapkan “Dzoel” . Adik si dara cantik sebut saja namanya nia, sedih atas kondisi kakaknya. Dia ingin berbuat sesuatu untuk kakaknya dalam kegalauannya dan rasa penasarannya terhadap sebuah nama yang selalu disebut-sebut kakaknya, akhirnya nia membuka dan membaca buku harian kakaknya.
Dari buku harian itulah dia tau sapa Dzoel yang selalu dipanggil-panggil kiran kakaknya. Ternyata kiran sangat mencintai si dzoel tetapi karena sahabat kiran sebut saja mitha jatuh cinta kepada dzoel akhirnya kiran mengalah demi sahabatnya itu. Sejauh ini sahabat kiran tidak tahu tentang perasaan kiran terhadap dzoel. Suatu hari Dzoel mengungkapkan perasaannya kepada kiran, ya. kedua insan tsb mempunyai perasaan yang sama. Dzoel menunggu kiran di sebuah halte untuk mengetahui jawaban kiran tetapi kiran tak kunjung datang. Kiran tak ingin menyakiti hati sahabatnya.

Setelah membaca lembar demi lembar buku harian kakanya akhirnya nia bertekad untuk membantu kakanya, nia meminta bantuan kepada team termehek-mehek karena nia tidak tau dimana dzoel berada. Akhirnya team termehek-mehek menghubungi sahabat kiran sebut saja namanya mitha. Setelah team termehek-mehek memberitahu kondisi kiran dan menceritakan apa yanng dibaca nia di buku harian kakaknya, mitha merasa bersalah kepada sahabatnya kiran, mitha juga tidak tau dimana keberadaan dzoel karena mereka sudah lama tidak bertemu, kabar terakhir yang mitha tahu dzoel mendaftar menjadi guru sukarela disuatu sekolah di daerah terpencil dikampusnya. Demi menebus rasa bersalahnya mitha bersedia membantu team termehek-mehek untuk menemukan dzoel, mulai dari bertanya ke kampus sampe menyusuri kota bogor tuk menemukan sekolahan tempat dzoel mengajar.
Akhirnya usaha mereka tidak sia-sia, dzoel berhasil ditemukan. Dzoel kaget mendengar cerita mitha, dari expresinya kelihatan bahwa dzoel masih menyimpan perasaan itu untuk kiran, dia tidak menyangka bahwa kiran ternyata juga mempunyai perasaan yang sama seperti dia, setelah kejadian satu setengah tahun yang lalu di halte tempat dia menunggu kiran dan ternyata kiran tidak datang, sejak saat itu dzoel berusaha melupakan kiran. Setelah team termehek-mehek minta dzoel untuk mengunjungi dan melihat kondisi kiran, dzoel menolaknya dengan terpaksa karena dia sudah mempunyai tunangan. Team termehek-mehek berserta mitha memohon dzoel untuk mengabulkan permintaan mereka, dan satu kalimat yang keluar dari bibir mitha ” Dzoel, kita tak tahu sampe kapan kiran bertahan dengan kondisinya. Dia sudah koma selama 6 bulan, jangan sampe kamu menyesal dzoel “. Akhirnya Dzoel luluh dan dia bersedia mengabulkan permintaan mitha beserta team, dengan izin tunangannya dzoel berangkat munuju rumah sakit tempat kiran dirawat. Betapa terpukulnya hati dzoel melihat kondisi dara cantik yang pernah menghiasi relung hatinya tergeletak tak berdaya. Dzoel mendekat ke ranjang dan menggenggam tangan kiran,walaupun dalam kondisi sedang koma tapi seoalah-olah kiran tau keberadaan dzoel. Jemarinya bergerak dan beberapa saat kemudian tangan kiran terlepas dari genggaman dzoel. Setelah penantian yang begitu lama akhirnya jiwa kiran terpisah dari raganya. Dan dia Ikhlas menghadap sang kuasa.

Jujur saya benar-benar terharu dan merinding melihat reality show ini, ternyata dalam keadaan koma selama 6 bulan kiran masih menunggu kedatangan seseorang yang amat dicintainya. Perjuanngan selama 6 bulan untuk bertahan hanya untuk menanti dzoel kekasih abadinya. Ketulusan hati kiran dan kemuliaan hati kiran mencintai dzoel dan sahabatnya sampai akhir hayat membuat saya terharu.

Dulu saya pernah membaca novel cinta pertama yang kemudian di filmkan dengan pemeran utama bunga citra lestari, saya tidak menyangka ternyata cerita novel tersebut benar-benar ada di kehidupan nyata, Ya…kisah kiran dan dzoel.

Kiran…semoga arwahmu diterima disisi-NYA dan dimaafkan segala kesalahan dan kekhilafan.

Add comment Juni 29, 2008 pion3rgirl

DAPAT UANG GRATIS TANPA SYARAT

BACA BAIK - BAIK LANGKAHNYA (^_^)

Untuk Seluruh teman-teman yang sedang menggunakan Internet. Apakah Anda sedang menggunakan Internet sekarang? JANGAN HABISKAN WAKTU ANDA TANPA HASIL. Kita bisa mendulang dollar dari internet. Inilah yang disebut situasi win-win solution.

Program ini GRATIS 100%

Anda akan dibayar setiap bulannya langsung diantar kerumah anda (viaPos), atau melalui paypal, stormpay, e-gold.

BAGAIMANA CARANYA ???

Coba pikirkan :

Jika kita memerlukan waktu 1 jam untuk berfikir tentang proyek ini, anda masih belum mendapat apa-apa, tetapi dalam waktu 1 jam

itu saya sudah mendapatkan 0,45 Dollar per jam atau 10,8 Dollar jika 24 jam, jika di rupiahkan maka Rp. 99.360,-

Anda mau tau caranya bagaimana? Buka Web dibawah ini :

Click  Link FREE MONEY pada kolom sebelah kanan

Langkah-langkah yang perlu anda lakukan:

1. Sign Up (Gratis 100 %)

2. Log in

3. Klik pada bagian “EARN MONEY”

4. Klik pada bagian “Click Here To Start Surf Junky Browser”

5. Setelah itu Biarkan Program ini akan membuat DUIT untuk anda sepanjang hari selama anda menggunakan Internet

6. Klik pada bagian “STATISTIK” untuk mengetahui jumlah Uang Anda

Promosikan Web anda ke banyak teman-teman anda untuk melakukan hal yang sama, maka anda akan mendapatkan banyak manfaat. Jadi,Apa salahnya anda berbuat itu kan??

TIDAK ADA SALAHNYA UNTUK MENCOBA…!! TIDAK RUGI APA-APA…!!

§ Kita akan dibayar USD$0.45 (Rp.4.140,- mengikuti Nilai Tukar Rupiah sekarang untuk setiap jam program ini berjalan).

§ Berarti anda bisa dapat hingga Rp. 100.000,- Perhari (Rp.4.140,- x 24 = 99.360,-)

§ Ini berarti sebulan kita bisa mendapatkan uang dari internet hingga Rp.99.360,- x 30 = Rp.2.980.800, - (Lumayankan)

§ Itu Jika kita menggunakannya sendiri, jika anda menawarkan web ini ke banyak orang maka anda bisa mendapatkan jasa referal (referensi) dari internet, dan nilai tertinggi yang dapat anda

§ capai sebesar 75 US Dollar / jam. Atau jika dirupiahkan sebesar Rp.690.000 / jam, dalam 24 jam anda akan mendapatkan uang sebanyak Rp 16.560.000,- , dalam satu bulan anda bisa mencapai angka paling tinggi sebesar Rp.469.800.000, - Dahsyat bukan…

Berfikirlah. …Jangan biarkan waktu kita mubazir percuma di Internet.

Duit FREE, Ambil saja dengan kerja keras anda..

Add comment Juni 29, 2008 pion3rgirl

Lov3 po3m

After you leave, I will become a tree
Alone on a hillside, loving wind and sun,
Waiting for you to return home to me
Though centuries of lonely stars may run.

I’ll grow tall and give lots of shade,
Sheltering birds and other bright-eyed things.
Pleased with all the progress that I’ve made,
I’ll spread my leafy branches out like wings.

But oh! Every moment of every day
I’ll miss you with the passion of the wind,
Gazing endlessly upon the way
That without you must empty, empty wind

Add comment April 16, 2008 pion3rgirl

Zalimnya Pemerintahan Sekarang

Sepulang dari pengajian rutin beberapa hari lalu, saya berdiri di tepi
trotoar daerah Klender. Angkot yang ditunggu belum jua lewat, sedang
matahari kian memancar terik. Entah mengapa, kedua mata saya tertarik
utuk memperhatikan seorang bapak tua yang tengah termangu di tepi jalan
dengan sebuah gerobak kecil yang kosong. Bapak itu duduk di trotoar.
Matanya memandang kosong ke arah jalan.
Saya mendekatinya. Kami pun terlibat obrolan ringan. Pak Jumari,
demikian namanya, adalah seorang penjual minyak tanah keliling yang
biasa menjajakan barang dagangannya di daerah Pondok Kopi, Jakarta
Timur. “Tapi kok gerobaknya kosong Pak, mana kaleng-kaleng minyaknya?”
tanya saya.
Pak Jumari tersenyum kecut. Sambil menghembuskan nafas panjang-panjang
seakan hendak melepas semua beban yang ada di dadanya, lelaki berusia
limapuluh dua tahun ini menggeleng. “Gak ada minyaknya.”
Bapak empat anak ini bercerita jika dia tengah bingung. Mei depan,
katanya, pemerintah akan mencabut subsidi harga minyak tanah. “Saya
bingung. saya pasti gak bisa lagi jualan minyak. Saya gak tahu lagi
harus jualan apa. modal gak ada.keterampilan gak punya..” Pak Jumari
bercerita. Kedua matanya menatap kosong memandang jalanan. Tiba-tiba
kedua matanya basah. Dua bulir air segera turun melewati pipinya yang
cekung.
“Maaf /dik/ saya menangis, saya benar-benar bingung. mau makan apa kami
kelak.., ” ujarnya lagi. Kedua bahunya terguncang menahan tangis. Saya
tidak mampu untuk menolongnya dan hanya bisa menghibur dengan kata-kata.
Tangan saya mengusap punggungnya. Saya tahu ini tidak mampu mengurangi
beban hidupnya.
Pak Jumari bercerita jika anaknya yang paling besar kabur entah ke mana.
“Dia kabur dari rumah ketika saya sudah tidak kuat lagi bayar sekolahnya
di SMP. Dia mungkin malu. Sampai sekarang saya tidak pernah lagi melihat
dia.. Adiknya juga putus sekolah dan sekarang ngamen di jalan. Sedangkan
dua adiknya lagi ikut ibunya ngamen di kereta. Entah sampai kapan kami
begini .”
Mendengar penuturannya, kedua mata saya ikut basah.
Pak Jumari mengusap kedua matanya dengan handuk kecil lusuh yang
melingkar di leher. “/Dik/, katanya adik wartawan.. tolong bilang kepada
pemerintah kita, kepada bapak-bapak yang duduk di atas sana, keadaan
saya dan banyak orang seperti saya ini sungguh-sungguh berat sekarang
ini. Saya dan orang-orang seperti saya ini cuma mau hidup sederhana,
punya rumah kecil, bisa nyekolahin anak, bisa makan tiap hari, itu saja.
” Kedua mata Pak Jumari menatap saya dengan sungguh-sungguh.
“/Dik/, mungkin orang-orang seperti kami ini lebih baik mati… mungkin
kehidupan di sana lebih baik daripada di sini yah…” Pak Jumari
menerawang.
Saya tercekat. Tak mampu berkata apa-apa. Saya tidak sampai hati
menceritakan keadaan sesungguhnya yang dilakukan oleh para pejabat kita,
oleh mereka-mereka yang duduk di atas singgasananya. Saya yakin Pak
Jumari juga sudah tahu dan saya hanya mengangguk.
Mereka, orang-orang seperti Pak Jumari itu telah bekerja siang malam
membanting tulang memeras keringat, bahkan mungkin jika perlu memeras
darah pun mereka mau. Namun kemiskinan tetap melilit kehidupannya.
Mereka sangat rajin bekerja, tetapi mereka tetap melarat.
Kontras sekali dengan para pejabat kita yang seenaknya numpang hidup
mewah dari hasil merampok uang rakyat. Uang rakyat yang disebut
‘anggaran negara’ digunakan untuk membeli mobil dinas yang mewah,
fasilitas alat komunikasi yang canggih, rumah dinas yang megah, gaji dan
honor yang gede-gedean, uang rapat, uang transport, uang makan,
akomodasi hotel berbintang nan gemerlap, dan segala macam fasilitas gila
lainnya. /Mumpung ada anggaran negara maka sikat sajalah! /
Inilah para perampok berdasi dan bersedan mewah, yang seharusnya bekerja
untuk mensejahterakan rakyatnya namun malah berkhianat mensejahterakan
diri, keluarga, dan kelompoknya sendiri. Inilah para lintah darat yang
menghisap dengan serakah keringat, darah, tulang hingga sum-sum
rakyatnya sendiri. Mereka sama sekali tidak perduli betapa rakyatnya
kian hari kian susah bernafas. Mereka tidak pernah perduli. Betapa
zalimnya pemerintahan kita ini!
Subsidi untuk rakyat kecil mereka hilangkan. Tapi subsidi agar para
pejabat bisa hidup mewah terus saja berlangsung. Ketika rakyat antri
minyak berhari-hari, para pejabat kita enak-enakan keliling dalam mobil
mewah yang dibeli dari uang rakyat, menginap berhari-hari di kasur empuk
hotel berbintang yang dibiayai dari uang rakyat, dan melancong ke luar
negeri berkedok studi banding, juga dari uang rakyat.
Sepanjang jalan, di dalam angkot, hati saya menangis. Bocah-bocah kecil
berbaju lusuh bergantian turun naik angkot mengamen. Di perempatan lampu
merah, beberapa bocah perempuan berkerudung menengadahkan tangan. Di
tepi jalan, poster-poster pilkadal ditempel dengan norak. Perut saya
mual dibuatnya.
Setibanya di rumah, saya peluk dan cium anak saya satu-satunya. “Nak,
ini nasi bungkus yang engkau minta.” Dia makan dengan lahap. Saya tatap
dirinya dengan penuh kebahagiaan. /Alhamdulillah/ , saya masih mampu
menghidupi keluarga dengan uang halal hasil keringat sendiri, bukan
numpang hidup dari fasilitas negara, mengutak-atik anggaran negara yang
sesungguhnya uang rakyat, atau bagai lintah yang mengisap kekayaan negara.
Saat malam tiba, wajah Pak Jumari kembali membayang. Saya tidak tahu
apakah malam ini dia tidur dengan perut kenyang atau tidak. Saya berdoa
agar Allah senantiasa menjaga dan menolong orang-orang seperti Pak
Jumari, dan memberi hidayah kepada para pejabat kita yang korup.
Mudah-mudahan mereka bisa kembali ke jalan yang benar. Mudah-mudahan
mereka bisa kembali paham bahwa jabatan adalah amanah yang harus
dipertanggungjawabk an di mahkamah akhir kelak. Mudah-mudahan mereka
masih punya nurani dan mau melihat ke bawah.
Mudah-mudahan mereka bisa lebih sering naik angkot untuk bisa mencium
keringat anak-anak negeri ini yang harus bekerja hingga malam demi
sesuap nasi, bukan berkeliling kota naik sedan mewah…
Mudah-mudahan mereka lebih sering menemui para dhuafa, bukan menemui
konglomerat dan pejabat… Mudah-mudahan mereka lebih sering berkeliling
ke wilayah-wilayah kumuh, bukan ke mal…
Amien Ya Allah.

Add comment April 15, 2008 pion3rgirl

SAYING IF U LOVE HER

Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit. Sementara, sahabat-sahabat mereka sedang asyik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

Tina: “Duh, bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku.”
Peter: “Kayaknya, cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. Cuma kita berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang.”
(Keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)

Tina: “Kayaknya, aku ada ide bagus, deh. Kita adakan permainan, yuk?”
Peter: “Eh? Permainan apaan?”
Tina: “Eng… gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi pacarmu, tapi hanya untuk 100 hari saja. Gimana menurutmu?”
Peter: “Baiklah. Lagian, aku juga ga da rencana apa-apa untuk beberapa bulan ke depan.”
Tina: “Kok, kayaknya kamu gak terlalu niat ya…!!! Semangat, dong!! Hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana, nih?”
Peter: “Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah, film The Troy lagi maen, deh. Katanya, film itu bagus”
Tina: “OK dech…. Yuk kita pergi sekarang. Tar pulang nonton, kita ke karaoke ya… Ajak aja adik kamu sama pacarnya. Biar seru.”
Peter : “Boleh juga…”
(Mereka pun pergi nonton, berkaraoke, dan Peter pun kemudian mengantarkan Tina pulang malam harinya)

Hari ke-2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe. Suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis.
Sebelum pulang, Peter membeli sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina.

Hari ke-3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini.
Setelah itu, mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua, dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari ke-7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter.
Tangan tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.

Hari ke-25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay.
Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi, Tina memandang langit, dan melihat bintang jatuh.

Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke-41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinyalah yang membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu menerima kue itu, dan….

Dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.

Hari ke-67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama, dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Tina. Tina pun membelikan sebuah pulpen untuk Peter.

Hari ke-84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut yang menghempas kaki mereka. Matahari pun akhirnya terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.

Hari ke-99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mencoba menutupi kerisauan, mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.

15:20pm
Tina: “Aku haus. Istirahat dulu yuk sebentar.”
Peter: “Tunggu di sini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu mau minum apa?”
Tina: “Aku saja yang beli. Kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari ini. Sebentar ya..”
Peter mengangguk. Kakinya memang pegal sekali karena di mana-mana Jakarta selalu macet.

15:30pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit, tetapi Tina belum kembali juga. Tiba-tiba, seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik.
Peter: “Ada apa, Pak?”
Orang asing: “Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu adalah temanmu.”

Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu. Di sana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang, tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya. Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.

Di rumah sakit, Peter duduk di luar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
Hingga kemudian, seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.

23:53 pm
Dokter: “Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih bernafas sekarang, tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya.

Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter. Peter pun kemudian segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajah Tina begitu pucat, tetapi terlihat damai.

Peter duduk di samping pembaringan Tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Peter merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
Kemudian, dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.

Dear Peter…
Ke-100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang, kamu jutek dan tidak bisa ditebak.
Tapi, semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang
berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk
mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya.
Sekarang, aku tidak meminta apa-apa,
selain hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari
kebersamaan kita.
Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh
malam itu di pantai.
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku.
Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya
dan berharap kau juga bisa berada di sisiku seumur hidupku.

Peter, aku sangat sayang padamu.

23:58
Peter: “Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku? Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya. Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! Hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari! Kamu harus bangun dan kita akan melewati hari keseratus, sesuai janji kita…!!! Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku…!!!
Tina, Aku sayang kamu…!”

Jam dinding berdentang 12 kali….

Hari itu adalah hari ke 100…

Apa yg terjadi selanjutnya???

Tina menghembuskan nafas terakhirnya….

PS:
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu
dan tidak akan pernah kembali lagi.

Jadi, teman…….katakanlah!!!
Biarkan dia tahu betapa engkau menyayanginya !!! ^_^

1 comment April 10, 2008 pion3rgirl

Semua Yang Terlambat

Aku hanya sinar yang melintas sekedip
bagai kunang-kunang kecil
dan engkau sayap-sayap yang meranggas
seusai sekepak kau mengudara
membawa hatiku semua.

Kita ialah kata yang terlambat tercipta
yang semestinya tak terjadi
dan hati ialah rasa yang pertama
dan terakhir
tuk merangkum kerinduan,
kepasrahan,
dan maafku.

Tuk semua yang terlambat kulakukan
Tuk semua yang tak sanggup kujanjikan
Tuk semua…

Lama kucoba memandang
jejak kaki kita
tanpa sesal menerimamu
tanpa aku mengerti
makna hati hari ini
tanpa harapan tuk kembali.

Kesemua yang tak sempat kuungkapkan
Kesemua yang tak sempat kukatakan
yang tak ingin kujalani
yang tak ingin kuingkari
dan semua…
dan semua…
dan semua……

Add comment April 10, 2008 pion3rgirl
Tags:

Hey Everybody

Tuk sema orang yang kenal aku, tuk semua temen-temen dan sobat terdekatku dan tuk semua orang disekelilingku yang menyayangiku, blog ini aku persembahkan buat kalian. Blog ini ada karena kalian ada dan selalu mewarnai hari-hariku. Dan buat semua orang yang belum kenal aq semoga dengan blog ini kalian lebih mengenalku walaupun hanya melalui tulisan-tulisan dan coretan-coretanku. Kata pepatah ” Tak kenal maka tak sayang”, semoga setelah mengenal aq kalian makin sayang ama aku yach…….

I am just an ordinary girl that want to have friendship

with all people in the world,

A lot a friends mean a lot of love.

Friendship is number one

1 comment April 10, 2008 pion3rgirl

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

Juli 2008
S S R K J S M
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts